Setelah mengalami penundaan sebanyak empat kali, akhirnya persidangan kasus pembunuhan Choken Bahkay dengan terdakwa Syamsul Ohorella berhasil dilaksanakan di Mapolda Maluku. Tidak ada kekisruhan seperti persidangan sebelumnya, majelis hakim bahkan bisa memutuskan vonis tanpa ada keributan apapun. Keputusan untuk pengalihan lokasi sidang diambil kemarin oleh Pengadilan Negri (PN) Ambon setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Hal ini disebabkan karena sidang dengan agenda pembacaan vonis Syamsul Ohorella kembali ricuh setelah tiga kali mengalami penundaan. Sidang digelar tanpa kehadiran Penasehat hukum terdakwa, Made Rahman Marasabessy dan Kasim Usemahu. Yang hadir selain terdakwa, ada majelis hakim dan penuntut umum. Sidang yang dibuka sekira pukul 09.30 tersebut, berjalan cukup aman dan tertib. Hakim dengan santai membacakan putusan terdakwa Ohorella, dan mengetuk palu sidangnya. Dalam pembacaam putusan tersebut terdakwa di vonis delapan tahun penjara. Terdakwa terlihat pasrah. Setelah divonis, polisi membawa terdakwa dengan mobil tahanan Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease menuju Lapas. Di tempat terpisah dalam waktu bersamaan, di halaman Pengadilan Negeri Ambon dipenuhi keluarga terdakwa yang berjumlah hampir 200 orang. Mereka terlihat pasrah saat mendengar hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara. Mereka menempelkan karton manila bertuliskan protes atas PN yang sewenang-wenang menghukum orang tanpa melalui prosudur persidangan. Disela-sela protes itu penasehat hukum terdawa, Made Rahman Marasabessy, kepada pers menyatakan pihaknya akan mengajukan banding atas putusan yang dibacakan oleh Majelis hakim. “Dalam waktu dekat ini kami akan mengajukan banding terhadap putusan yang dialamatkan kepada Syamsul Ohorella,” ujarnya. Menurut Marasabessy, dalam proses pelaksanaan perkara, ada dua catatan penting yang tidak dilakukan PN Ambon, yakni PN tidak memanggil saksi verbalisan pada saat terdakwa mengatakan dia ditodong dengan menggunakan pistol, dan tidak adanya rekonstruksi walaupun itu merupakan petunjuk. Terhadap dua masalah ini, Made berjanji akan melaporkan majelis hakim yang menangani perkara tersebut ke kejaksaan Agun RI. “Kami saat itu menuntut PN Ambon melakukan rapat pleno menggantikan majelis hakim karena dinilai telah melanggar ketentuan dalam persidangan, namun tidak dilakukan. Ada kepentingan apa sebenarnya?,” katanya. Untuk itu, dia menyerukan masyarakat Kailola segera menduduki PN Ambon selama enam hari agar mendapat perhatian dari Mahkama Agung. “ Saya akan meminta kepada Raja Kailolo untuk segera mengarahkan seluruh masyarakatnya menduduki PN Ambon selam enam hari. Dan hal ini akan dilakukan pada Senin (8/11) pekan depan,” tegasnya. Terkait dengan aksi protes masyarakat kailolo tersebut, ia telah berkoordinasi dengan pihak Polres Pulau Ambon dan pulau-pulau Lease. Aksi telah direstui polisi, namun harus menghindari gerakan-gerakan anarkis. RITUAL ADAT DILAKUKAN Sementara itu ritual adat kemarin juga akhirnya dilakukan pada pukul 11.46 Wit. Ritual ini dilakukan diluar ruang sidang, dan bukan dalam pelaksanaan sidang. Penyembelihan ayam putih yang dibalut dengan kain putih pun dilakukan didepan PN Ambon. Acara ritual adat tersebut dipimpin langsung oleh pemuka adat Desa Kailolo atau orang yang dituakan di desa tersebut. Petuah adat itu memakai pakaian serba putih, duduk diatas kursi plastik berwarna hijau. Sebelum penyembelihan ayam, petuah adat memegang ayam putih dan membacakan beberapa ayat-ayat suci, sementara ayah terdakwa duduk didepannya. Terlihat ada beberapa warga yang histeris atau kesurupan berteriak dan mengucap kalimat tasbih. Setelah usai membacakan ayat-ayat suci, acara penyembelihan ayam putih dimulai. Ucapan tasbih menggiringi jalannya ritual adat penyembelihan ayam putih tersebut. sumber : ambonekspres
Minggu, 07 November 2010
Warga Kailolo akan Duduki Pengadilan
Setelah mengalami penundaan sebanyak empat kali, akhirnya persidangan kasus pembunuhan Choken Bahkay dengan terdakwa Syamsul Ohorella berhasil dilaksanakan di Mapolda Maluku. Tidak ada kekisruhan seperti persidangan sebelumnya, majelis hakim bahkan bisa memutuskan vonis tanpa ada keributan apapun. Keputusan untuk pengalihan lokasi sidang diambil kemarin oleh Pengadilan Negri (PN) Ambon setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Hal ini disebabkan karena sidang dengan agenda pembacaan vonis Syamsul Ohorella kembali ricuh setelah tiga kali mengalami penundaan. Sidang digelar tanpa kehadiran Penasehat hukum terdakwa, Made Rahman Marasabessy dan Kasim Usemahu. Yang hadir selain terdakwa, ada majelis hakim dan penuntut umum. Sidang yang dibuka sekira pukul 09.30 tersebut, berjalan cukup aman dan tertib. Hakim dengan santai membacakan putusan terdakwa Ohorella, dan mengetuk palu sidangnya. Dalam pembacaam putusan tersebut terdakwa di vonis delapan tahun penjara. Terdakwa terlihat pasrah. Setelah divonis, polisi membawa terdakwa dengan mobil tahanan Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease menuju Lapas. Di tempat terpisah dalam waktu bersamaan, di halaman Pengadilan Negeri Ambon dipenuhi keluarga terdakwa yang berjumlah hampir 200 orang. Mereka terlihat pasrah saat mendengar hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara. Mereka menempelkan karton manila bertuliskan protes atas PN yang sewenang-wenang menghukum orang tanpa melalui prosudur persidangan. Disela-sela protes itu penasehat hukum terdawa, Made Rahman Marasabessy, kepada pers menyatakan pihaknya akan mengajukan banding atas putusan yang dibacakan oleh Majelis hakim. “Dalam waktu dekat ini kami akan mengajukan banding terhadap putusan yang dialamatkan kepada Syamsul Ohorella,” ujarnya. Menurut Marasabessy, dalam proses pelaksanaan perkara, ada dua catatan penting yang tidak dilakukan PN Ambon, yakni PN tidak memanggil saksi verbalisan pada saat terdakwa mengatakan dia ditodong dengan menggunakan pistol, dan tidak adanya rekonstruksi walaupun itu merupakan petunjuk. Terhadap dua masalah ini, Made berjanji akan melaporkan majelis hakim yang menangani perkara tersebut ke kejaksaan Agun RI. “Kami saat itu menuntut PN Ambon melakukan rapat pleno menggantikan majelis hakim karena dinilai telah melanggar ketentuan dalam persidangan, namun tidak dilakukan. Ada kepentingan apa sebenarnya?,” katanya. Untuk itu, dia menyerukan masyarakat Kailola segera menduduki PN Ambon selama enam hari agar mendapat perhatian dari Mahkama Agung. “ Saya akan meminta kepada Raja Kailolo untuk segera mengarahkan seluruh masyarakatnya menduduki PN Ambon selam enam hari. Dan hal ini akan dilakukan pada Senin (8/11) pekan depan,” tegasnya. Terkait dengan aksi protes masyarakat kailolo tersebut, ia telah berkoordinasi dengan pihak Polres Pulau Ambon dan pulau-pulau Lease. Aksi telah direstui polisi, namun harus menghindari gerakan-gerakan anarkis. RITUAL ADAT DILAKUKAN Sementara itu ritual adat kemarin juga akhirnya dilakukan pada pukul 11.46 Wit. Ritual ini dilakukan diluar ruang sidang, dan bukan dalam pelaksanaan sidang. Penyembelihan ayam putih yang dibalut dengan kain putih pun dilakukan didepan PN Ambon. Acara ritual adat tersebut dipimpin langsung oleh pemuka adat Desa Kailolo atau orang yang dituakan di desa tersebut. Petuah adat itu memakai pakaian serba putih, duduk diatas kursi plastik berwarna hijau. Sebelum penyembelihan ayam, petuah adat memegang ayam putih dan membacakan beberapa ayat-ayat suci, sementara ayah terdakwa duduk didepannya. Terlihat ada beberapa warga yang histeris atau kesurupan berteriak dan mengucap kalimat tasbih. Setelah usai membacakan ayat-ayat suci, acara penyembelihan ayam putih dimulai. Ucapan tasbih menggiringi jalannya ritual adat penyembelihan ayam putih tersebut. sumber : ambonekspres
Kamis, 04 November 2010
Objek Wisata Pemandian Air Panas Hatuasa Dipercaya Bisa Menyembuhkan Segala Penyakit
RATUSAN wisatawan dari berbagai daerah memadati objek wisata di pemandian air panas ‘Hatuasa’, Desa Tulehu, Kabupaten Saluhutu, Maluku Tengah. Tempat ini paling cocok untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga.
Kawasan yang berjarak sekitar 27 kilometer dari Kota Ambon itu dipilih para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengisi waktu liburan mereka karena tempatnya yang nyaman dan kolam pemandian yang bersih. Hal inilah yang membuat tempat wisata ini selalu dikunjungi oleh berbagai kalangan. “’Kita selalu menjaga kebersihan kolam agar pengunjung yang datang dapat merasakan kenikmatan dan kenyaman dari tiga kolam yang kita sediakan,” kata Muhammad Nahumarury, pemilik Air Panas, saat diwawancarai Ambon Ekspres, Rabu (3/11). Pria 80 tahun ini mengakui, memang tidak setiap hari kolam ramai akan pengunjung, namun apabila di hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai ratusan orang. “Bahkan di hari libur besar keagamaan bisa mencapai hingga ribuan pengunjung,” ujarnya. Kolam dibuka setiap hari, dari pagi hinggal malam. Artinya, waktu untuk jam istirahat sangat jarang karena setiap hari pengunjung selalu datang. Bahkan, ada pengunjung yang datang pada pukul 04.00 WIT pagi. ” Yah, mau tidak mau kita harus terima, karena kita berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka agar tidak ada rasa jenuh setelah mereka pulang nanti,” katanya lagi. Dia menjelaskan, ada dua jenis kolam yang disediakan, yakni kolam biasa (air dingin), kolam untuk air hangat dan air yang lebih panas. Semuanya dikembalikan kepada selera pengunjung.”Ada tiga jenis kolam yang kita sediakan jadi tergantung dari selera pengunjung yang datang,” jelasnya. Untuk hasiat dari air panas sendiri, Nahumarury bertutur, air panas ini mempunyai hasiat yakni bisa menyembuhkan penyakit ringan hingga berat misalnya struk dan lumpuh total. Dan ini bisa dibuktikan karena ada beberapa pengunjung yang menderita penyakit tersebut bisa sembuh setelah mandi di air ini.“Kolam ini saya buat untuk menyembuhkan penyakit yang berat,” kata dia sambil menunjuk ke arah kolam. Untuk masuk ke lokasi pemandian tersebut, di pintu masuk ke kolam, pengunjung harus membeli tiket senilai Rp 5.000 per orang. Sementara itu, retribusi parkir untuk roda dua dan roda empat Rp 1000. ”Yah, mereka harus membayar biaya masuk,”ucapnya. Dia menambahkan, air yang dialirkan ke kolam-kolam melalui lobang pancuran, diambil dari mata air pengunungan setempat yang mengandung belerang dan cukup panas. Air yang mengalir tersebut akan terus berganti dan air kolam akan tetap panas sepanjang hari, walaupun cuaca disekitar sangat dingin. “Air ini akan tetap panas sampai kapanpun,ujarnya. Sementara itu, seorang pengunjung, Zulham, mengakui, hampir dua kali dalam sebulan dia datang berkunjung. “Selain refreshing, berendam di kolam air panas yang mengandung belerang, katanya dapat menyehatkan tubuh dan terhindar dari penyakit gatal-gatal ataupun alergi,” ujarnya. Selain Hatuasa, ada satu lokasi yang sering dikunjungi oleh banyak orang, yaitu Air Panas Talang Haha. Kedua lokasi ini tetap menjadi primadona dengan sajian panorama dan kesejukan yang hampir tidak jauh berbeda. Tidak jarang pendatang akan berulang kali mengunjungi lokasi tersebut. Apalagi ditempat ini juga dijual aneka makanan ringan serta minuman hangat yang bisa membuat pengunjung semakin ketagihan. sumber : ambon ekspres
Kawasan yang berjarak sekitar 27 kilometer dari Kota Ambon itu dipilih para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengisi waktu liburan mereka karena tempatnya yang nyaman dan kolam pemandian yang bersih. Hal inilah yang membuat tempat wisata ini selalu dikunjungi oleh berbagai kalangan. “’Kita selalu menjaga kebersihan kolam agar pengunjung yang datang dapat merasakan kenikmatan dan kenyaman dari tiga kolam yang kita sediakan,” kata Muhammad Nahumarury, pemilik Air Panas, saat diwawancarai Ambon Ekspres, Rabu (3/11). Pria 80 tahun ini mengakui, memang tidak setiap hari kolam ramai akan pengunjung, namun apabila di hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai ratusan orang. “Bahkan di hari libur besar keagamaan bisa mencapai hingga ribuan pengunjung,” ujarnya. Kolam dibuka setiap hari, dari pagi hinggal malam. Artinya, waktu untuk jam istirahat sangat jarang karena setiap hari pengunjung selalu datang. Bahkan, ada pengunjung yang datang pada pukul 04.00 WIT pagi. ” Yah, mau tidak mau kita harus terima, karena kita berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka agar tidak ada rasa jenuh setelah mereka pulang nanti,” katanya lagi. Dia menjelaskan, ada dua jenis kolam yang disediakan, yakni kolam biasa (air dingin), kolam untuk air hangat dan air yang lebih panas. Semuanya dikembalikan kepada selera pengunjung.”Ada tiga jenis kolam yang kita sediakan jadi tergantung dari selera pengunjung yang datang,” jelasnya. Untuk hasiat dari air panas sendiri, Nahumarury bertutur, air panas ini mempunyai hasiat yakni bisa menyembuhkan penyakit ringan hingga berat misalnya struk dan lumpuh total. Dan ini bisa dibuktikan karena ada beberapa pengunjung yang menderita penyakit tersebut bisa sembuh setelah mandi di air ini.“Kolam ini saya buat untuk menyembuhkan penyakit yang berat,” kata dia sambil menunjuk ke arah kolam. Untuk masuk ke lokasi pemandian tersebut, di pintu masuk ke kolam, pengunjung harus membeli tiket senilai Rp 5.000 per orang. Sementara itu, retribusi parkir untuk roda dua dan roda empat Rp 1000. ”Yah, mereka harus membayar biaya masuk,”ucapnya. Dia menambahkan, air yang dialirkan ke kolam-kolam melalui lobang pancuran, diambil dari mata air pengunungan setempat yang mengandung belerang dan cukup panas. Air yang mengalir tersebut akan terus berganti dan air kolam akan tetap panas sepanjang hari, walaupun cuaca disekitar sangat dingin. “Air ini akan tetap panas sampai kapanpun,ujarnya. Sementara itu, seorang pengunjung, Zulham, mengakui, hampir dua kali dalam sebulan dia datang berkunjung. “Selain refreshing, berendam di kolam air panas yang mengandung belerang, katanya dapat menyehatkan tubuh dan terhindar dari penyakit gatal-gatal ataupun alergi,” ujarnya. Selain Hatuasa, ada satu lokasi yang sering dikunjungi oleh banyak orang, yaitu Air Panas Talang Haha. Kedua lokasi ini tetap menjadi primadona dengan sajian panorama dan kesejukan yang hampir tidak jauh berbeda. Tidak jarang pendatang akan berulang kali mengunjungi lokasi tersebut. Apalagi ditempat ini juga dijual aneka makanan ringan serta minuman hangat yang bisa membuat pengunjung semakin ketagihan. sumber : ambon ekspres
Selasa, 02 November 2010
Ralahalu Akhirnya Ngaku Maluku Miskin
Dalam sambutannya Ralahalu mengakui Maluku berada diantara provinsi di Indonesia timur bahkan di seluruh Indonesia. "Pada bulan Maret 2010, hanya 3 daerah di KTI yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara memiliki tingkat kemiskinan lebih rendah dari tingkat kemiskinan nasional.Sedangkan sebanyak 6 provinsi di KTI merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia, yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat," papar Ralahalu di hadapan hadirin. Untuk mengatasi problem kemiskinan, Ralahalu segera mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang merupakan tujuan dari pembangunan milenium. Tingkat Kemiskinan di KTI masih relatif tinggi, Maluku juga masuk satu dari empat provinsi di kawasan ini dengan tingkat pengangguran tertinggi di atas angka nasional. Sebanyak 250 peserta hadir dalam pertemuan yang berlangsung selama dua hari itu sejak kemarin. Mereka berkumpul guna membahas berbagai isu ketertinggalan pembangunan. Hadir beberapa kepala daerah, dari gubernur hingga bupati dan wali kota, demikian pula kelompok-kelompok civil society. Mereka saling tukar informasi dan solusi-solusi cerdas di daerah masing-masing dalam melawan berbagai isu kemiskinan. Pertemuan yang dibuka secara langsung oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu itu berlangsung hangat dalam semangat penuh kekeluargaan, sebagai sesama daerah dari Indonesia Timur. Sejumlah perwakilan pemerintah pusat, NGO dan peninjau dari negara asing turut hadir. Kepada wartawan, Ralahalu mengatakan, sudah tampak keterpaduan untuk membangun KTI dengan pemerintah pusat. Hanya saja keseriusan pemerintah pusat masih sangat ditunggu-tunggu. "Implementasinya belum berjalan baik, perlu suatu keseriusan dari pemerintah pusat, saya kira persoalannya terletaknya disitu," ungkapnya. Dia menandaskan ini juga yang akan dia sampaikan nanti kepada Wakil Presiden Budiono saat berkunjung pada 5-6 November nanti. Termasuk pula hasil pertemuan Forum KTI V tersebut. "Isu ini yang akan kita akan sampaikan, juga hasil yang dicapai KTI ini akan saya bawakan kepada beliau saat kunjungan nanti," janjinya. Gubernur Papua, Barnabas Suebu mengatakan ketimpangan antara Indonesia Barat dan Timur sangat lebar. Banyak hal, kata dia, dinama Indonesia Timur tertinggal, padahal sumberdaya alamnya sangat besar, yakni 70 persen dari kekayaan alam nasional. Dan penduduknya cuma 30 persen dari total penduduk Indonesia. "Kebalikannya 70 persen penduduk ada di Indonesia Barat, tetapi kekayaannya 30 persen dari kekayaan alam nasional. Jadi kesimpulannya kita sedikit tetapi kita miskin diatas kekayaan sendiri," katanya. Dia menambahkan, "Tetapi kita tidak perlu menangisi diri sendiri, kita harus bangkit, bangkit dan bekerjasama, bergandeng tangan, tukar pengalaman saling membantu." Spesialist sektor publik dari Bank Dunia (World Bank) Jana Ferdinandus Hertz, kepada Ambon Ekspres mengatakan, forum KTI sangat berguna bagi daerah-daerah yang ada di kawasan tersebut. Dengan forum ini masing-masing akan membuka wacana dan solusi cerdas mereka. "Jangan jadi unggulan satu daerah saja, tetapi jadi unggulan yang menyebar kemana-mana," katanya. Menurutnya, kemiskinan juga dipicu oleh porsi dana pemerintah masih diprioritaskan untuk belanja pemerintah dibanding untuk publik. "Saya harap piramida ini berubah, tidak lagi 60 persen untuk administrasi dan sebagainya, lalu 40 persen untuk belanja publik tetapi sebaliknya, 60 persen diperuntukkan untuk publik agar masyarakat merasakan manfaatnya," ujar Hertz. Sebaliknya kontrol publik atas pengelolaan anggaran oleh pemerintah mesti dilakukan secara ketat. "Dimana-mana pasti ada korupsi, hanya bagaimana masyarakat madani (civil society) ini diberdayakan jika kita fokus ditambah pembelanjaan publik yang lebih besar, saya kira kemajuan luar biasa akan terjadi (kemiskinan dapat ditekan)," katanya. Di tempat terpisah, salah satu anggota DPRD Maluku, Taher Hanubun mengaku, kebijakan pemerintah provinsi melakukan pemberdayaan masyarakat untuk memanilisir angka kemiskinan yang semakin tinggi belum menunjukan hasil. ‘’Bahkan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku termiskin ke tiga secara nasional," katanya.
sumber www.ambonekspres.com
sumber www.ambonekspres.com
Langganan:
Postingan (Atom)
